Welcome To My Blog
Tampilkan postingan dengan label Beranda Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beranda Kita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Sesingkat Umur Kita

Hiduplah engkau seberapapun lamanya,
namun engkau pasti akan mati.
Cintailah siapapun yang engkau suka,
namun engkau pasti akan berpisah.
Berbuatlah semaumu,
namun engkau akan menerima balasannya.
Barangsiapa ridlo dengan rizki yang ALLAH telah berikan,
maka ia akan tenang didunia dan akhirat.
Barangsiapa dapat menundukkan nafsu syahwatnya,
maka ia menjadi orang yang mulia didunia dan di akhirat.
barangsiapa merasa cukup,
sehingga tidak mengharap pemberian orang lain,
maka dia akan selamat didunia dan diakhirat.
Barangsiapa dapat memelihara lisannya,
maka dia akan selamat didunia dan diakhirat.
( Imam Nawawi al Bantani )





source: http://anangnurcahyo.wordpress.com/2011/04/13/renungan-nasehat-singkat-sesingkat-umur-kita/
READ MORE - Sesingkat Umur Kita

Senin, 06 Agustus 2012

Falsafah Lima Jari

Sahabat, ada falsafah tentang lima jari kita…

1.. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2.. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3.. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4.. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5.. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).
Sahabat, Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.
Terimakasih telah membaca… Salam MOTIVASI…!
READ MORE - Falsafah Lima Jari

Jumat, 03 Agustus 2012

10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik

10 Kiat Menjadi Pendengar Yang BaikKadang banyak mendengar bisa memberi jauh lebih banyak manfaat bagi diri kita dibandingkan banyak berbicara.
Telinga saja diciptakan dua, lebih banyak dibandingkan mulut yang hanya diciptakan satu. Bermakna kita seharusnya memang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
Namun tidak semua orang mau menjadi seorang pendengar.
Dan tidak semua para pendengar bisa menjadi pendengar yang baik.
Baerikut 10 tips menjadi pendengar yang baik :
1. Pusatkan perhatian Anda pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dia katakan. Jangan biarkan pikiran Anda melayang ketempat lain. Hanya dengan cara seperti itu Anda bisa belajar menjadi pendengar yg baik.
2. Pandanglah mata lawan bicara Anda dengan wajar. Ini memberikan kesaan bahwa Aanda memperhatikan apa yg diucapkannnya dengan sungguh-sungguh.
3. Berikan respon yang bersahabat. Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat dia merasa dihargai. Sekali-kali Anda bisa mengangguk , menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa atau memberiokan komentar2 pendek seperti Oh, ya? , hebat !, luar biasa! dsb.
4. Berikanlah kesempatan lawan bicara Anda untuk menyelesaikan apa yg ingin diutarakannya. Hindari kebiasaan memotong pembicaraan orang lain . Selain tidak sopan, kebiasaan itu bisa membuat dia merasa kesal dan tersinggung.
5. Bila Anda merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan sesekali mengubah topik pembicaraan secara mendadak seperti pengemudi yang belok tanpa menyalakan lampu righting terlebih dahulu.
6. Buatlah lawan bicara Anda bergairah untuk terus berbicara . Bila Anda berhasil memancing gairah orang yang semula kurang antusias, maka Anda telah berhasil merebut hatinya. Namun dalam hal ini ada kekecualian bila lawan bicara Anda adalah type orang yg suka memonopoli pembicaraan. orang yg seperti itu biasanya akan selalu bergairah untuk terus berbicara meskipun Anda sudah tampak terkantuk-kantuk.
7. Kendalikan diri Anda untuk tidak tergoda ingin mengalahkan lawan bicara Anda. Anda bisa memadamkan gairah orang lain hanya dengan menunjukkan bahwa Anda lebih oke daripada dia.Biarkan dia merasa bangga dengan prestasi atau pengalamnnya meskipun Anda punya prestasi atau pengalaman yg lebih hebat darinya.
8. Dalam kasus2 khusus, belajarlah untuk meringkas apa yang diuraikan oleh teman Anda sebelum Anda memberikan komentar atau nasehat. Bersikaplah seperti seorang dokter yg mendiagnosa dulu penyakit pasiennya dgn teliti sebelum menyimpulkan apa penyakitnya dan memberi resep obat. Bayangkan bila ada orang yang menceramahi Anda panjang lebar , padahal tidak ada hubungannya dengan apa yg Anda ungkapkan.
9. Belajarlah peka terhadap motif orang lain. Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi Anda cukup berperan sebagai pendengar saja . Mungkin dia sedang menceritakan pengalaman agar Anda memujinya. Pujilah denga spontan dan tulus. Mungkin juga dia sedang mengajak Anda masuk dalam komunikasi yang lebih akrab dan terbuka. Kalau Anda mau, mulailah melakukan komunikasi dua arah.
10. Belajarlah mendengar dengan tulus. Semua kiat tersebut diatas tidak akan membuat Anda menjadi pendengar yg baik bila Anda tidak melakukannnya dgn tulus. Anda tidak akan menjadi pendengar yg baik bila Anda terbiasa berpura2 menjadi pendengar yg baik


source: http://www.emotivasi.com/category/tips/
READ MORE - 10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik

Senin, 02 Juli 2012

20 MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN KITA

1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glicemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.


2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.


3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.


4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.


5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.


6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.


7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.


8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang memberikan pengaruh stimulatif bagi respon imunitas tubuh.


9. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.


10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.


11. Manfaat lain ditunjukkan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.


12. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (neutrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi sel-sel radang dan bakteri.


13. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.


14. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk schizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi


15. Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.


16. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa


17. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.


18. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.


19. Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.


20. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.


Subhanallah, Maha Besar Allah ... sungguh dalam setiap penciptaanNya , perintah / laranganNya .. serta ajaran Nya tidaklah sia-sia ..
READ MORE - 20 MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN KITA

Sabtu, 02 Juni 2012

10 Gangguan syetan dalam sholat

1) WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITAUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.

Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2) TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT

Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau". Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku"
- (HR. Muslim)

3) LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam"
- (HR Bukhari dan Muslim)

4) HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat"- (HR Bukhari)


5) TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT

Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, iaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".

Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah.

Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu"
- (HR Bukhari dan Muslim)

6) MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW". Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar.
- (HR Tirmidzi)

7) MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT

Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba".
- (HR Bukhari)

8) MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin"
- (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya"
- (HR Bukhari dan Muslim)

 




 
9) BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT

Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan"
- (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara".

10) TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya"
- (HR Muslim)

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut. dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.

 http://www.menjelma.com/2011/04/10-gangguan-syetan-dalam-sholat.html
READ MORE - 10 Gangguan syetan dalam sholat

Kamis, 19 Januari 2012

Membaca Itu Bukan Hobi

Ketika seseorang ditanya “Apa hobimu?” jawaban mereka akan bermacam-macam. Ada yang menjawab: “Hobi saya berenang, memancing, piknik/jalan-jalan dan lain-lain. Setiap orang memilih hobinya masing-masing, tak jarang hobi yang satu berbeda dengan yang lain. Termasuk kita juga mungkin pernah menemukan ada sebagian orang yang mempunyai hobi membaca.



Hal inilah yang membuat kami heran. Terheran bukan karena alangkah baiknya hobi itu, atau langka sekali orang yang mempunyai hobi seperti itu. Tapi apakah membaca menjadi sebuah hobi. Penulis tertarik dengan ulasan yang diberikan oleh DR. Rajib Al-Sirjany dalam bukunya Al Qira’ah manhajul hayah. Di sana beliau mengungkapkan dapatkah sebuah kegiatan membaca menjadi sebuah hobi. Dengan argumennya yang ringkas ia menjelaskan esensi membaca serta mengupas urgensi membaca dalam Islam dengan menyelipkan sedikit keadaan umat Islam belakangan ini.
Ketika seseorang berkata bahwa hobi saya adalah membaca, bukankah membaca sebuah kebutuhan hidup dan tidak hanya menjadi sebuah hobi. Bisakah seseorang mengatakan bahwa hobinya adalah minum air, contohnya. Bukankah setiap orang juga meminum air. Maka hal ini tidak dapat menjadi sebuah hobi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan bukan sebuah hobi. Sama halnya juga ketika seseorang mengatakan: “Hobi saya adalah makan!” Kenapa demikian? Karena makan adalah suatu keniscayaan bukan sebuah hobi, maka setiap orang yang merasa lapar pasti akan makan, mungkin yang berbeda hanyalah macam makanannya, itu wajar-wajar saja. Tetapi ketika engkau dilarang untuk makan, tidur, dan bernafas maka ini dapat menyebabkan kematian, karena semua ini adalah kebutuhan hidup setiap orang. Dan menurut hemat kami, setiap orang haruslah membaca, bukan hanya membaca satu dua buku, sehari sebulan atau setahun saja, tapi membaca haruslah menjadi sebuah “metode hidup” .Janganlah hari-harimu berlalu begitu saja tanpa membaca, yang dimaksud membaca di sini bukan sekedar membaca tetapi membaca sesuatu yang menghasilkan manfaat, bacaan yang membangun bukan menjatuhkan, membawa perubahan bukan menghancurkan. Oleh karena itu membaca bukanlah sebuah hobi.
Sungguh tidak pantas lagi ketika kita mendengar seseorang berkata: “Saya tidak senang membaca, tidak biasa, atau cepat bosan membaca”. Karena hal ini sama seperti seorang berkata: “Saya bosan makan, maka saya tidak akan makan”. Ketika kita perhatikan sejarah Nabi, kita akan menemukan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan membaca. Maka tidaklah heran ketika membaca tidak hanya menjadi hobi tapi sudah menjadi sebuah metode hidup.
Sebagai contoh, Rasulullah SAW meminta pada tahanan musyrik yang ingin menebus dirinya untuk mengajarkan baca dan tulis kepada sepuluh orang Mukmin. Hal ini merupakan suatu yang aneh bukan. Karena kalau kita perhatikan keadaan umat Islam pasca perang Badr lebih membutuhkan harta, atau merawat para tahanan agar dapat memberikan tekanan pada kaum musyrikin atau mungkin dapat ditukar dengan tahanan umat Islam yang ada pada mereka. Tapi Rasul berfikir sesuatu yang lebih penting dari itu, yaitu bagaimana cara mengajarkan umat Islam agar dapat membaca. Apalagi waktu itu buta huruf masih meraja lela. Bukankah kebangkitan, kemajuan dan perkembangan suatu kaum tergantung pada kadar perhatian mereka terhadap baca tulis dan belajarnya kaum tersebut. Karena itu membaca sebuah kebutuhan yang sangat urgent.
Mari kita perhatikan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril as Kalimat “Iqra”, bukankah ini mengundang sebuah perhatian tersendiri. Sebenarnya bisa saja wahyu itu dimulai dengan kata-kata lain, akan tetapi mengapa Al Quran yang diturunkan selama 23 tahun memulai dengan kata ini (Iqra’)? Lalu mengapa kata ini ditujukan pada Nabi bukankah beliau adalah seorang Ummi (tak dapat membaca dan menulis), padahal di sisi lain Beliau memiliki beribu-ribu keutamaan mulia dan perangai terpuji, dimana Al Quran bisa saja memulai dengan kelebihan dan keutamaan itu. Tetapi mengapa wahyu pertama malah memulai titahnya kepada kanjeng Rasul dengan perintah yang jelas, langsung, dan tercakup dalam sebuah kata yang mengandung sebuah metode hidup, membaca.
Keadaan Rasul yang tak tahu bagaimana cara dan apa yang dibaca ketika itu dengan jelas terlihat dari jawaban Beliau: “Ma ana bi qori‘ (Saya tak dapat membaca)”. Bukankah kalimat ini sudah cukup menjadi alasan agar Jibril memilih topik lain, atau menjelaskan maksud yang ia (Jibril) inginkan. Tapi Jibril malah mendekap Nabi dengan sangat keras kemudian ia memerintahkannya dengan perintah yang sama, Iqra‘.
Nabi sendiri tidak tahu apa yang ia inginkan, bahkan ia tak tahu siapa orang yang ada di hadapannya itu dan bagaimana ia bisa datang ke tempat itu. Kejadian ini pun berulang–ulang sampai tiga kali dan akhirnya Jibril melepaskannya seraya membacakan kelima ayat pertama surat Al-’Alaq. Semua kejadian ini sebelum Jibril menyatakan bahwa ia adalah Malaikat utusan Allah, Ia adalah Rasulullah, wahyu itu adalah Al Qur’an, dan agama baru ini adalah Islam. Sebelum adanya semua pernyataan ini ia menyuruh Nabi sebuah perintah yaitu membaca.
Tidakkah cukup hal itu menjadi sebuah bukti kepada Umat Islam akan pentingnya membaca!
Apakah masuk akal jika sebuah awal kata yang diturunkan dalam Al Qur’an merupakan sebuah hobi, yang disenangi sebagian orang dan dijauhi bahkan dibosani sebagian lainnya!
Al Quran terdiri lebih dari 1770 kata, tapi kata iqra (membaca) adalah kata pertama yang diturunkan dalam Al Quran. Ia juga mengandung ribuan kata perintah seperti Shalat (wa aqimus shalah), zakat (wa atuz zakah), jihad dan lain-lain, tapi kata perintah pertama adalah membaca (iqra). Bahkan tidak hanya berhenti di sini, kelima ayat pertama yang diturunkan seluruhnya juga berbicara tentang topik membaca. Kata iqra‘ juga disebut berulang-ulang sebanyak dua kali.
Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa kita harus membaca? apakah ia merupakan sebuah perantara atau tujuan?
Membaca adalah sebuah perantara, kita membaca untuk belajar. Hal ini telah Allah jelaskan pada kelima ayat surat Al-Alaq tadi, “Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Peran membaca sebagai perantara untuk mencapai sebuah pengetahuan semakin terasa penting terlihat dari ayat di atas. Walau kita tahu bahwa pengetahuan adalah tujuan membaca tetapi Allah tidak memulai Al Quran dengan kata ta’allam (belajarlah) bahkan Ia malah memulai dengan kata iqra‘ (bacalah).
Memang banyak sarana untuk belajar seperti mendengar, melihat, mencari pengalaman, dan bereksperimen. Tapi sarana terbesar untuk belajar adalah membaca. Seakan-akan Allah mengajarkan kita bahwa sekalipun terdapat begitu banyak sarana belajar tapi kita tetap harus membaca. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa membaca bukanlah sekedar hobi tapi ia merupakan sebuah metode hidup. Menengok sejenak keadaan umat Islam sekarang ini, kita temukan buta huruf masih merajalela. Sebuah keterpurukan pada umat Al Quran. Umat yang kata pertama dalam pegangan hidupnya adalah membaca. Sungguh amat berbanding terbalik dengan konsep yang diajarkan Islam.
Persentase buta huruf secara kesuluruhan (sama sekali tidak bisa baca atau menulis) pada bangsa Islam mencapai 37 %. Tapi dengan keadaan buta huruf yang sudah sangat kritis ini dunia Islam hanya menganggarkan kurang dari 4% dari income total mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidaklah dianggap sebagai sebuah persoalan penting bagi mereka. Dan ini adalah sebuah problem besar yang membutuhkan perhatian lebih. Angka 37% itu hanya buta huruf yang terlihat jelas, belum terhitung buta huruf lainnya yang secara tidak langsung sudah tersebar pada Umat ini. Ternyata tingkatan “buta huruf” juga terdapat pada orang-orang yang dapat membaca dan menulis dengan baik, bahkan mereka pun telah menamatkan jenjang Perguruan Tinggi. Contohnya tak sedikit orang yang telah lama bergelut dalam baca dan tulis, tapi anehnya kadang mereka tidak tahu banyak hal yang sangat penting yang terjadi di dunia ini. Bukankah ini merupakan kebutaan dalam umat kita!
Ada juga orang yang masih awam terhadap agama. Bahkan mungkin kita pernah temui seorang Profesor di sebuah Universitas, seorang dokter spesialis, atau pengacara ulung yang tidak tahu hal-hal sepele dalam agama mereka. Atau mungkin masih ada orang yang belum tahu tentang hal-hal dasar dalam undang-undang dan aturan-aturan hidup mereka.
Kunci tegak dan berdirinya suatu Umat adalah kata “iqra“. Tidak mungkin sebuah umat dapat tegak berdiri tanpa membaca. Oleh karena itu salah seorang “dedengkot” Yahudi pernah berkata: “Kami tak pernah takut dengan bangsa Arab (Islam), karena mereka adalah bangsa yang tak dapat membaca”. Benarlah apa yang dikatakan Yahudi itu walau sebenarnya mereka adalah pembual ulung. Karena Umat yang tidak dapat membaca adalah umat yang tidak memiliki wibawa dan tak perlu disegani.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah dan membawa pencerahan bagi penulis khususnya serta para muslimin umumnya untuk dapat mengaplikasikan titah awal yang diperintahkan pada Umat ini, membaca. Amin. Wallahu wa Rosuluhu ‘Alam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17262/membaca-itu-bukan-hobi/#ixzz1jtU14vQZ
READ MORE - Membaca Itu Bukan Hobi

Senin, 09 Januari 2012

"Jika"- Renungan

Jika Manusia Sibuk Dengan Urusannya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Punya Waktu Untuk Allah, Allah akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Mau Menepati Janjinya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Mau Menuju kepada-Nya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Membangkang kepada-Nya, Allah Akan mengerti..
Jika Manusia Tidak Ingin Mencintai Allah, maka Allah Akan Mengerti..
JIka Tiba Saatnya MANUSIA telah MENINGGALKAN DUNIA INI....
MAKA ITULAH TIBA SAATNYA bagi MANUSIA UNTUK "MENGERTI".....
BAHWA SEGALANYA TELAH TERLAMBAT.......
READ MORE - "Jika"- Renungan
 

Every Story Can Be A History | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)