Welcome To My Blog

Senin, 14 November 2011

Bila Politikus Menjadi Pemain Sepak Bola




1.Bila terkena kartu merah.

Jawabannya:"bagi saya tidak apa-apa bila diberi kartu merah, asal sesuai dengan peraturan yang ada, silahkan ditinjau kembali".

2. Bila kalah 1-7.
"Kita telah berhasil memperkecil kekalahan dan telah berhasil mencetak gol ke gawang lawan."

3. Bila mendapat kartu kuning.
"Pasti ada pihak ketiga mempengaruhi wasit yang ingin mendiskreditkan kita".

4. Bila dijegal lawan.
"Mereka tidak suka kepada kami dan berusaha dengan segala cara untuk mencederai kami".

5.Bila menjegal lawan.
"Tindakan ini perlu diambil guna melindungi keamanaan pemain-pemain kami pada umumnya dan pada penjaga gawang kami khususnya".

6.Bila tertangkap basah memukul pemain lawan.
"Saya tidak bermaksud melukainya, saya hanya mencoba bercanda dengannya untuk meredakan ketegangan".

7. Bila tertangkap basah berpura-pura sakit di kotak pinalti lawan.
"Ajaib..rasa sakit saya bisa menghilang sekejap saja...."

8.Bila dibangkucadangkan pada pertandingan penting.
"Saya harus melihat dan menganalisa pertandingan ini dari pinggir lapangan, karena saya berada di luar lapangan maka otomatis jangkauan saya melihat pola permainan lawan lebih luas daripada mereka yang sedang bermain, maka saya akan memberi petunjuk kepada teman-teman, bagaimana strategi yang
tepat untuk mengalahkan lawan."

9. Bila bermain jelek.
"Kami tidak bermain jelek, merekalah pengamat yang tidak mengerti pola permainan kami".

10. Bila tersisih di ronde awal.
"Lawan-lawan kami bermain curang, mereka memiliki wasit dan penjaga garis yang bisa dibeli".

11. Bila pendukung teamnya berbuat rusuh.
"Pendukung team lawan berusaha memancing amarah pendukung kami, jadi jangan salahkan mereka bila mereka menjadi beringas".

12. Bila terjadi perpecahan dalam team.
"Tidak ada perpecahan di kesebelasan kami. Hanya perbedaan sedikit pendapat saja, bagaimanapun juga kami tetap kompak dan bersatu di bawah komando pelatih".

13. Bila dijauhi banyak pendukungnya.
"Mereka yang tidak mendukung kami lagi hanyalah segelintir orang saja".

14. Bila tertangkap basah menggunakan obat-obatan.
"Ada pihak yang telah membohongi saya, mereka bilang ini obat untuk menyembuhkan penyakit batuk saya".

15. Bila dipecat dari teamnya.
"Saya ingin beristirahat untuk jangka waktu tertentu".

READ MORE - Bila Politikus Menjadi Pemain Sepak Bola

Jumat, 11 November 2011

11 TOKOH INDONESIA YANG SUKSES TANPA IJAZAH

waww...mumpung hari ini adalah hari yg cantik ,,,,tanggal 11 bulan 11 tahun 2011...kusempatkan sedikit waktu tuk memposting artikel ini....karena hari ini bertema 11.....artikel kali ini juga berhubungan dengan angka 11...nih judulnya "11 TOKOH INDONESIA YANG SUKSES TANPA IJAZAH" :D .....  
(dikutip dari Artikel Unik)

Siapa bilang sukses perlu pendidikan yg tinggi, ini contoh 11 orang Indonesia yg sukses tanpa ijazah:
  1. Andy F. Noya
    Andy F. Noya
    PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,”?tutur Andy.
  2. Adam Malik
    Adam Malik
    Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah.
  3. M. H. Ainun Najib
    Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).
  4. Abdullah Gymnastiar
    Abdullah Gymnastiar
    Ternyata sukses menjadi kiai dan wirausahawan (pengusaha besar) tanpa ijazah. Walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini belum mengambil ijazahnya.
  5. Ajip RosidiAjip Rosidi
    Dia menolak ikut ujian akhir SMA karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”?. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA, pada usia 29 th diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Univ. Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun. Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
    • Sekolah Rakyat 6 tah di Jatiwangi (1950)
    • Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
    • Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
  6. Bob SadinoBob Sadino
    Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 th mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 t. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
    Pada th 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
  7. Andrie Wongso
    Andrie Wongso
    Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 th (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.
  8. Purdi E ChandraPurdi E Chandra
    Sosok Purdi E. Chandrakini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk MURI lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 rb siswa tiap th.
    Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.
    Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa2 dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis.
    Kini kabarnya sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh Indonesia.
  9. Hendy Setiono
    Hendy Setiono
    Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 jt atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta.
  10. Buya Hamka
    Buya Hamka
    HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 th, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
  11. Basrizal Koto
    Basrizal Koto
    Basrizal Koto atau sering disebut Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar. Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke tetangga.
    Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah. Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah.Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete.Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, membangun kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja.
    Jumlah perusahaan yang dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis penambangan batu bara di Riau, menyediakan jasa TV kabel dan Internet di Sumatra.Beberapa perusahaan yang masuk dalam MCB Group miliknya adalah PT Basko Minang Plaza (pusat belanja), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara), PT Best Western Hotel (Hotel Basko), dll. Proyek terakhir yang tengah digarapnya adalah pendirian Best Western Hotel dengan 198 kamar. Sebuah hotel bintang empat plus yang tengah di bangun di Padang, Sumatra Barat.
READ MORE - 11 TOKOH INDONESIA YANG SUKSES TANPA IJAZAH

Apa yang Kita Sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.
Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
READ MORE - Apa yang Kita Sombongkan?

Kamis, 10 November 2011

NIAT TAUBAT MENUKAR ARAK MENJADI MADU

Pada suatu hari, Omar Al-Khatab sedang bersiar-siar di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di hujung simpang jalan beliau terserempak dengan pemuda yang membawa kendi. Pemuda itu menyembunyikan kendi itu di dalam kain sarung yang diselimutkan di belakangnya. Timbul syak di hati Omar AL-Khatab apabila terlihat keadaan itu, lantas bertanya, "Apa yang engkau bawa itu?" Kerana panik sebab takut dimarahi Omar yang terkenal dengan ketegasan, pemuda itu menjawab dengan terketar-ketar iaitu benda yang dibawanya ialah madu. Walhal benda itu ialah khamar. Dalam keadaannya yang bercakap bohong itu pemuda tadi sebenarnya ingin berhenti dari terus minum arak. Dia sesungguhnya telah menyesal dan insaf dan menyesal melakukan perbuatan yang ditegah oleh agama itu. Dalam penyesalan itu dia berdoa kepada Tuhan supaya Omar Al-Khatab tidak sampai memeriksa isi kendinya yang ditegah oleh agama itu.

Pemuda itu masih menunggu sebarang kata-kata Khalifah, "Kendi ini berisikan madu." Kerana tidak percaya, Khalifah Omar ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya doa pemuda itu telah dimakbulkan oleh Allah s.w.t. seketika itu juga telah menukarkan isi kendi itu kepada madu. Begitu dia berniat untuk bertaubat, dan Tuhan memberikan hidayah, sehingga niatnya yang ikhlas, ia terhindar dari pergolakan Khalifah Omar Al-Khatab, yang mungkin membahayakan pada dirinya sendiri kalau kendi itu masih berisi khamar. 

Allah Taala berfirman:, "Seteguk khamar diminum maka tidak diterima Allah amal fardhu dan sunatnya selama tiga hari. Dan sesiapa yang minum khamar segelas, maka Allah Taala tidak menerima solatnya selama empat puluh hari. Dan orang yang tetap minum khamar, maka selayaknya Allah memberinya dari 'Nahrul Khabal'. 
Ketika ditanya, "Ya Rasulullah, apakah Nahrul Khabal itu ?" Jawab Rasulullah s.a.w., "Darah bercampur nanah orang ahli neraka ! " 
READ MORE - NIAT TAUBAT MENUKAR ARAK MENJADI MADU

Jumat, 04 November 2011

Karakter di Balik Sebuah Jabat Tangan

Tahukah kamu, kalau berjabat tangan itu dapat mempererat silaturahmi disamping senyuman. Oh, sudah tahu ya?Tapi yang ini kamu tahu juga tidak, kalau pada saat seseorang berjabat tangan alias salaman dengan kita, kita dapat melihat kesan yang ditinggalkannya, bisa itu kesan negatif dan positif. Lalu, untuk apa soal ini di bahas?Ya, daripada tidak ada kerjaan, lebih baik iseng baca sambil tahu juga makna di balik jabat tangan seperti apa.

Jabat tangan yang negatif :

Dead fish : Jabat tangan yang lemah dan malas, hanya memberikan tenaga tanpa digenggam, seperti ikan mati. Menunjukan orang itu malas dan apatis.
Bone crucher: Mengenggam dengan kuat seperti hendak meremukkan tulang. Menunjukan orang itu agresif.
Pull in : Berjabat tangan, yang menarik orang di depannya untuk mendekat. Menunjukan sikap mengontrol dan menguasai.
Superior : Mengulurkan tangan dengan telapak menghadap ke bawah ketika akan berjabatan, hal ini menandakan sifat orang yang superior. Seperti apa?I don't know too.
Palm pincher: Jabatan tangan yang hanya melibatkan tiga jari sampai 4 jari saja, yang kemudian langsung ditarik kembali. Menunjukan sikap pemalu dan penakut.
Germ a phobic: Nah, jabat tangan seperti ini yang menjengkelkan. Waktu saat berjabat tangan sangat cepat dan hanya menyentuh jemari saja tanpa menggenggam tangan orang lain, seperti takut tertular kuman penyakit. Yang ada kita akan sangat tersinggung'kan.

Jabat tangan yang positif :

Jika kamu berada di tengah pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang banyak, tentunya kita selalu ingin membuat kesan yang baik di depan orang tersebut. Apalagi kalau di hadapan kita orang yang cantik or innocent boy, sudah pasti kita akan banyak gaya. Kita bisa memulainya dari jabat tangan yang baik seperti,

Menggenggam telapak tangan lawan bicara dengan pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah. lakukan kontak mata dengannya untuk menunjukan rasa hormat, peduli dan sopan santun. Jangan lupa tersenyum ramah.
Saat berjabat tangan, pastikan :

-Telapak tangan bersih dan kering (Awas kalau habis pegang sesuatu yang aneh dan bau)
-Kuku tampak rapi dan bersih (Pentingkah)
-Napas segar dan wangi (Jangan sampai dia pingsan)
-Tidak sedang mengunyah permen karet(Cape deh)
-Gigi bersih dari sisa makanan

Semoga makin akrab silaturahminya ya

(Sumber : Kartika's Magazine n Me)
READ MORE - Karakter di Balik Sebuah Jabat Tangan

Selasa, 01 November 2011

The Best Moments In Your Life :)

1. Falling in love.
2. Laughing till your stomach hurts.
3. Enjoying a ride down the ocuntry side.
4. Listening to your favorite song on the radio
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.
7. Passing your final exams with good grades.
8. Being a part of an interesting conversation.
9. Finding some money in some old pants.
10. Laughing at yourself.
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.
12. Laughing without a reason.
13. “Accidentally” hearing someone say somthing good about you.
14. Watching the sunset.
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.
16. Receiving or giving your first kiss.
17. Feeling this buzz in your body when seeing this “special” someone.
18. Having a great time with your friends.
19. Seeing the one you love happy.
20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
21. Visiting an old friend of yours and remembering great memories.
22. Hearing someone telling you “I LOVE YOU”
“True friends come in the good times when we tell hem to, and come in the
bad times…..without calling.”
READ MORE - The Best Moments In Your Life :)

Asal-Usul Nama Minangkabau Menurut Pendapat Para Ahli



Iseng-iseng cari bahan buat artikel mading ,,,ehh bertemulah mata saya dengan artikel ini,,,dan muncullah hasrat diri tuk mempostingnya di blog ini .....moga aja bermanfaat yaa sobat.... :D

Buat yang pengen tau asal-usul nama Minagkabau,silahkan dibaca postingan saya ini.... :)










Pendapat tentang asal-usul nama Minangkabau sangat beragam. Ada yang 
berasal dari cerita rakyat, yaitu pendapat yang ber¬kembang dari mulut 
ke mulut. Ada pula asal-usul nama Minangkabau yang tertuang dalam Tambo 
Alam Minangkabau.
Karena masa terus berkembang, dilakukan pula penelitian oleh para ahli. 
Baik ahli sejarah, Ahli Sosiologi, Antropologi, dan lain-lain. Sehingga
dari penelitian ini terungkap pula sejumlah kata yang menjadi asal-usul
nama Minangkabau menurut pendapat para ahli tersebut. Sampai sekarang 
belum dapat dipastikan dengan jelas mana asal-usul na¬ma Minangkabau 
yang sebenarnya.



Namun demikian, dengan semakin meningkatnya kecerdasan manu¬sia, maka 
pendapat yang lebih banyak dipercayai orang adalah asal-usul nama 
Minangkabau menurut para ahli ini. Karena pendapat ini telah melewati 
proses penelitian yang juga diku¬atkan bukti-bukti dengan melewat proses
ka¬jian ilmiah yang didasarkan pada pendekatan yang bisa 
dipertanggungjawabkan sesuai dengan rujukan ilmu pengetahuan.

Berikut adalah beberapa asal nama Minangkabau menurut pendapat para para ahli tersebut :

DARI KATA MINANGA TAMWAN
Prof.Dr.Poerbacaraka mengatakan bahwa nama Minang¬ka¬bau berasal dari 
kata dalam bahasa Sangsekerta yaitu Minanga Tamwan. Kata-kata ini 
terdapat dalam Prasasti Kedukan Bukit.



Prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti yang menceritakan tentang kisah 
perluasan wi¬layah Minanga Tamwan. Yaitu perlu¬as¬an wi¬la¬yah yang 
bermula dari kemenangan utusan Raja Minanga Tam¬wan yang dipimpin Datuk 
Cribijaya (Dt.Sibijayo, Panglima Perang Mi¬nanga Tamwan) melawan Bajak 
Laut yang banyak meresahkan masyarakat di sekitar Sungai Palembang 
(Sungai Musi) sekarang.



Dalam prasasti ini disebutkan antara lain, 

“Yang Dipertuan Hyang melepas duapuluh laksa
tentara dari Minanga Tamwan yang dipimpin 
Cribijaya (Dt.Sibijayo) melalui perja¬lanan suci,
dengan tujuan memperluas negara hingga 
men¬datangkan kemakmuran.” 



Semua ini dituangkan Prof.Dr.Poerba¬ca¬ra¬ka dalam bukunya Riwayat 
Indonesia I. Hanya saja di manakah letak daerah Minanga Tam¬wan itu, 
hingga saat ini masih men¬jadi perde¬batan. Menurut keterengan 
Prof.Dr.Poerbacaraka yang disebut Minanga Tamwan itu adalah daerah yang 
terletak di antara dua Sungai Besar yang bertemu.



Sebagian ahli ada yang menduga bahwa dua sungai besar itu adalah 
Kam¬¬par Kiri dan Kampar Kanan. Namun bila yang dimaksud adalah Sungai 
Kampar Kiri dan Kam¬par Kanan, maka ke¬mungkinan besar daerah terse¬but
ada di sekitar Muara Takus. 

Menurut hasil penelitian dan kajian penu¬lis sendiri bersama Masyarakat 



Sejarahawan Indonesia (MSI) Luhak Limopuluah (Yulfian Azrial,dkk-2003),
Mina¬nga Tamwan bisa saja bukanlah dimaksudkan seba¬gai per¬temuan 
antara dua sungai besar secara fisik. Karena pertemuan sungai secara 
fisik tentu lebih lazim dise¬but sebagai muara bukannya Minanga Tamwan.



Tetapi Minanga Tamwan justru bisa saja menunjuk¬kan suatu daerah atau 
kawasan yang menjadi tempat perte¬muan masyarakat dari dua sungai besar.
Hal ini karena jalan raya utama masyarakat kita pada zaman dahulu 
adalah sungai. 



Maka kalau kita lihat dari peta, dua sungai besar itu di ka¬wasan pulau 
Sumatera bagian tengah ini ha¬nya satu, yaitu daerah yang terdapat 
antara Hulu Sungai Kampar dengan Batang Sinamar (Kuantan/Indragiri). 
Kawasan ini berada antara Maek dan Mungka. Tepatnya yaitu di Bukit Batu 
Bulan di Nagari Talang Maua. 



Daerah ini juga bera¬da tepat tidak jauh dari garis Khatulistiwa. 
Kemudian kalau ditinjau dari asal usul katanya menurut Bahasa tamil, 
maka kata Talang itu berasal dari kata Ta yang berarti besar dan Lang 
adalah bandar. Jadi Talang artinya bandar besar.



Keberadaan Bukit Batu Bulan ini dapat di¬gambarkan sebagai berikut : 
Satu sisinya turun ke Batang Kampar di Maek, sedangkan sisi yang lain 
turun ke Batang Sinamar yang kehilirnya dike-nal juga sebagai Batang 
Kuan¬tan atau Sungai Indragiri. 



Di atas bukit ini terdapat beberapa situs yang merupakan bekas pusat 
perdagangan besar seperti Ranah Pokan Akad, Ranah Pokan Selasa, Ra¬nah 
Pokan Komih, Ronah Pokan Jumat, Ra-nah Pokan Sabtu,dll. 



Tempat ini jelas pernah mempertemukan pedagang yang naik dari dua sungai
besar, yaitu yang naik lewat Batang Kampar dan dan yang naik dari 
Batang Kuantan (Indragiri). Namun untuk memastikan hal ini ma¬sih 
diperlukan penelitian lebih lanjut.

DARI KATA PINANG KHABU
Prof.Van der Tuuk, seorang profesor kebangsaan Belanda mengatakan bahwa 
Minangkabau merupakan Pinang Khabu. Yaitu tanah pangkal, tanah asal 
atau tanah leluhur.. Pendapat ini dikuatkan pula oleh pernyataan Thomas 
Stanford Raffles, seorang ahli kebangsaan Inggris yang pernah menjabat 
Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia pada tahun 1811 hingga 1818. 



Pernyatan ini tertuang di dalam kete¬rangan¬nya setelah melakukan 
penjelajahan ke berbagai pelosok nagari dan hutan-hutan di wilayah 
Suma¬tera Tengah. Dalam sebuah catatannya Raffles menyatakan bahwa : 
“…. Di sini kita menemukan bekas-bekas suatu kerajaan besar 
(Minangkabau) yang namanya hampir-hampir tidak kita kenal sama sekali, 
tetapi sangat nyata merupakan tempat asal bangsa-bangsa Melayu yang 
bertebaran di Kepulauan Nusantara.”



Untuk memudahkan kita mengingat per¬ja¬lanan Raffles ini, nama bunga 
Raf¬lesia ada¬¬lah salah satu kenang-kenangan untuk meng¬abadikan 
penjelajahan alam yang dilakukan Raffles tersebut. Raflesia maksud¬nya 
yaitu na¬ma bagi sejenis bunga raksasa yang dite¬mukan oleh Raffles. Di 
Ranah Mi¬nang kita bia¬sa menyebutnya dengan Bungo Bangkai.



Pernyataan bahwa Minangkabau merupa¬kan tanah asal ini didukung pula 
oleh banyak data dan fakta. Apalagi semua suku bangsa Melayu menurut 
sejarah memang berasal dari Minangkabau. Seperti Melayu Riau, Jambi, 
Deli, Aceh, Palembang, Melayu Semenanjung, Kalimantan, dan Bugis. Bahkan
Suku Kubu, Sakai, Talang Mamak, Suku Anak Laut di Selat Malaka, dll, 
mengaku berasal dari Minangkabau. 



Bukti lain tentang hal ini misalnya seperti pengakuan yang terpahat 
menjadi prasasti di makam Seri Sultan Tajuddin di Brunai yang antara 
lain berbunyi sebagai berikut :



“Maka Seri Sultan Tajuddin memerintah¬kan kepada Tuan Haji Khatib 
Abdul Latif supaya me¬ne¬rangkan silsilah ini agar diketahui anak cucu, 
raja yang mempunyai tahta kerajaan di Negara Bru¬nai Darussalam 
turun-temurun yang meng¬ambil pusaka nobat negara dan genta alamat dari 
negeri Johor Kamalul Maqam, yang mengambil pusaka nobat negara dan 
alamat dari Minang¬kabau nagari Andalas…dst”.



Parasasti ini menggambarkan bahwa orang-orang Melayu yang berada di 
Semenanjung Malaysia sekarang juga berasal dari Minangkabau. Misalnya 
seperti yang di Johor, Selangor, Malaka, Pahang, dll. Bahkan sampai ke 
generasi yang paling akhir, yaitu yang kemudian menghuni Negeri IX. 
Menurut sejarah, umumnya mereka ini menyeberang Selat Malaka setelah 
melewati aliran Batang Rokan dan Batang Kampar. 

DARI KATA MENON COBOS
Menurut Prof.Dr.Muhamad Hussein Nainar, seorang guru besar di 
Universitas Madras. Menurutnya kata Minangkabau berasal dari kata Menon 
Cobos.



Menon Cobos artinya adalah tanah mulia atau tanah murni. Dianggap 
sebagai tanah mur¬ni atau tanah mulia karena daerah ini juga dianggap 
sebagai tempat asal para leluhur orang-orang Melayu.



DARI KATA BINANGA KANVAR
Menurut Prof.Sutan Muhammad Zain kata Minangkabau berasal dari Binanga 
Kanvar. Binanga Kanvar artinya adalah muara Sungai Kampar. Menurutnya di
Muara Sungai Kampar inilah bermulanya kera¬jaan Minangkabau.



Pendapat lain yang senada dengan Prof.Sutan Muhammad Zain adalah 
pernyataan seorang kebangsaan Cina yang bernama Chan Yu Kua. Pernyataan
ini ia tuliskan di dalam catatan perjalanannya. 



Di dalam catatan itu ia menerangkan bahwa sewaktu ia pernah datang ke 
Muara Kampar pada abad ke 13. Dijelaskannya bahwa di Muara Kampar itu 
didapatinya sebuah bandar dagang yang paling ramai di pusat Pulau 
Sumatera. Catatan ini mengingatkan kita pada catatan serupa dari 
pendahulunya, I-Tsing beberapa abad sebelumnya.



(Dikutip dari Buku Budaya Alam Minangkabau, Yulfian Azrial, Jilid 4)
READ MORE - Asal-Usul Nama Minangkabau Menurut Pendapat Para Ahli
 

Every Story Can Be A History | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)