Welcome To My Blog

Jumat, 23 Desember 2011

DOA UNTUK IBU

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi Ibuku,
Perindahlah ucapanku di hadapannya.
Lunakkanlah watakku terhadap Ibuku dan
Lembutkanlah hatiku untuknya.

Ya Allah,
Berilah Ibuku balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikannya padaku, dan
Berilah Ibuku Pahala yang besar
Atas kasih sayang yang beliau limpahkan padaku,
Peliharalah Ibuku
Sebagaimana Ia memelihara aku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah Ibuku rasakan,
atau kesusahan yang Ia derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak Ibuku karena perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa Ibuku,
Tingginya kedudukan Ibuku dan
Bertambahnya pahala kebaikannya dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah yang berhak membalasnya
dengan balasan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai Ibuku sebelumku,
Izinkanlah agar Ia memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa’at untuknya,
sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan ummat-Mu yang saleh
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
yaitu Surga Jannah-Mu

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia dan Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.

Aamiin Ya Rabbal alamiin
READ MORE - DOA UNTUK IBU

Sabtu, 17 Desember 2011

Winner or Loser

Seorang murid bertanya pada gurunya, seorang Bijak yang
penuh hikmah

"Guru? apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang
dalam kehidupan ini, bukan seorang pecundang."

Sang guru menjawab, "Pelajari perbedaan antara keduanya."
Jika pecundang selalu jadi bagian dari masalah
Pemenang selalu jadi bagian dari solusi

Jika pecundang akan selalu punya alasan
Pemenang akan selalu punya program

Jika pecundang berkata, "Itu bukan pekerjaanku."
Pemenang akan berkata, "Biar aku yang mengerjakan itu."

Jika pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban
Pemenang melihat jawaban dari setiap persoalan

Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap kebaikan
Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan

Jika pecundang berkata, "Itu mungkin untuk dikerjakan, tapi sulit."
Pemenang akan berkata, "Itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan."

Jika kau mau melakukan seluruh ciri-ciri pemenang,
Kaulah yang akan jadi pemenang.....

Hope you are the winners! :D
READ MORE - Winner or Loser

Minggu, 11 Desember 2011

Kesabaran : Ayah, Anak serta Burung Gagak


            Di suatu sore hari pada suatu desa kecil, ada seorang yang sudah tua duduk bersama anak nya yang masih muda yang baru saja diwisuda akan kelulusannya pada perguruan tinggi ternama di kota itu. Mereka duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.
Saat mereka berbincang-bincang, datang seekor burung hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menuding jari ke arah burung itu sambil bertanya,
“Nak, apakah benda hitam itu?” “Burung gagak”, jawab si anak.
Ayah mengangguk-anggukkan kepala, namun tak berapa lama kemudian, ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit keras.
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi kemudian tak berapa lama si ayah kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
Si  anak  merasa sedikit  bingung  dengan  pertanyaan  yang  sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
tidak  lama kemudian, sang  ayah sekali lagi mengajukan  pertanyaan  yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada tinggi dan kesal kepada sang ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak Ayah….., burung gagak”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Kemudian si   ayah   lalu   bangun   menuju   ke   dalam   rumah   meninggalkan   si   anak   yang kebingungan.Kemudian si ayah keluar dengan sebuah buku di tangannya. Dia mengulurkan buku itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Ternyata buku tersebut adalah sebuah diary lama.
Sambil menunjuk pada suatu lembaran pada buku si ayah berkata, “Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,”.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,
“Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah. Engkau telah dewasa anakku. Asahlah kesabaranmu. karena itu adalah salah satu kunci meraih suksesmu”
Lalu si anak seketika memerah karena malu. Ia bersimpuh di kedua kaki ayahnya meminta maaf atas apa yg telah ia perbuat.


Lessons: Dalam hidup, kesabaran adalah salah satu point penting untuk meraih kesuksesan. Anda ingin sukses dalam pendidikan, maka sabarlah dalam belajar. Cernalah pelajaran satu demi satu. Ingin sukses dalam berkarir, bersabarlah dalam menyumbangkan yang terbaik. Ingin sukses dalam kehidupan dunia agar berhadiahkan surga? maka bersabarlah dalam mentaati perintah Allah dan bersabar dalam beribadah kepadaNYa.


Semoga cerita motivasi diatas bermanfaat.. amin.. :)
READ MORE - Kesabaran : Ayah, Anak serta Burung Gagak

Cerita Cinta - Mario Teguh

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu
Dalam lembaran penuh warna kehidupan angan yang terpendam kan terwujud
Cita-cita yang tinggi kan tergapai dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan
Itulah arti dari mencintai diri sendiri

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya
Walaupun dia tidak berada di sisi kita
Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan
Dua tangan untuk memegang
Dua telinga untuk mendengar
Dan dua mata untuk melihat
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya
Itulah cinta…

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba
Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup
Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakan
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan
Walaupun mereka telah dikecewakan
Kepada mereka yang masih percaya
Walaupun mereka telah dikhianati
Kepada mereka yang masih ingin mencintai
Walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan
Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan
Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang
Hingga dia meninggal dunia dan akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusara
Sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita
Sekarang selagi ada hayatnya
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah
Sebelum bertemu dengan orang yang tepat

Kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis
Debu menjadi emas
Keruh menjadi bening
Sakit menjadi sembuh
Penjara menjadi telaga
Derita menjadi nikmat
Dan kemarahan menjadi rahmat

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita
Tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu kepadanya
Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang
Ibarat kata seperti memetik sekuntum mawar merah
Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut
Tetapi adakalanya kita merasakan disaat duri mawar itu menusuk jari
Hal yang menyedihkan dalam hidup
Adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita
Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti
Dan kita harus membiarkannya pergi

Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati
Sehingga kita kehilangannya
Pada saat itu tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi
Cintailah seseorang itu atas dasar “siapa dia sekarang”
Dan bukan “siapa dia sebelumnya”
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi
Sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati

Hati-hati dengan cinta
Karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit
Orang gemuk menjadi kurus
Orang normal menjadi gila
Orang kaya menjadi miskin
Raja menjadi budak
Jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu
Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai
Tersimpan keburukan didalamnya
Dan kemungkinan apa yang kita benci
Tersimpan kebaikan didalamnya

Cinta kepada harta artinya bakhil
Cinta kepada perempuan artinya alam
Cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana
Cinta kepada mati artinya hidup
Dan cinta kepada Tuhan artinya takwa

Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut
Pasti ia akan membawa seekor ikan
Lemparkanlah pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti
Pasti ia akan mati kelaparan

Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam
Tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih
Dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang bergemerincing
Cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal yang terindah
Dalam cinta yang pernah dimiliki
Siapapun pandai menghayati cinta
Tapi tak seorangpun pandai menilai cinta
Karena cinta bukanlah sesuatu wujud yang bisa dilihat oleh kasat mata
Sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan kehidupan padanya
Serta membuat budak menjadi pemimpin
Itulah dasarnya cinta…

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri
Dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan dari dalam dirinya
Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta
Namun apabila sampai saatnya itu raihlah dengan kedua tanganmu
Dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah
Tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat melihat dan menilai kesucian
Bercinta memang mudah
Untuk dicintai juga memang mudah
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan
Lebih baik cinta itu tak pernah hadir
Karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan didalamnya

Cinta itu seperti kupu-kupu
Tambah dikejar tambah lari
Tapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang disaat kita tidak mengharapkan
Cinta dapat membuatmu bahagia
Tapi sering juga menjadi sedih
Tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya
Jadi janganlah terburu-buru dan pilih yang terbaik
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri
Jangan pernah bilang “I Love You” kalau kita tidak pernah peduli
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu untuk menghancurkan hatinya
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan kita hanya untuk berbohong
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain
Adalah membiarkannya jatuh cinta
Sementara kita tidak meneriab untuk menangkapnya
Cinta bukan “ini salah kamu” tapi “maafkan aku”
Bukan “kamu dimana sih” tapi “aku disini”
Bukan “gimana sih kamu” tapi “aku ngerti ko”
Bukan “coba kamu ngga kayak gini” tapi “aku cinta kamu seperti kamu apa adanya

Aktivitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama
Maupun berapa sering kita bersama
Tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan
Dan menyayat sedalam yang kita izinkan
Yang berat bukan bagaimana cara mengulangi kesedihan dan kerinduan itu
Tapi bagaimana cara belajar darinya
Cara jatuh cinta
Jatuh tapi jangan terhuyung-huyung
Konsisten tapi jangan memaksa
Berbagi dan jangan bersikap tidak adil
Mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut
Sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu
Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain
Tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita


Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang
Lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih
Tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan
Yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta
Hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita
Dan kita sudah menghabiskan waktu yang banyak untuk orang yang tidak pernah menghargainya
Kalau dia berkata “tidak”
Maka ia tidak akan pernah berkata “ya” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi
Biarkan dia pergi…

Cinta adalah semangat
Cinta adalah kepercayaan
Cinta adalah energi yang tidak bisa dimusnahkan
Ia hanya bisa berubah bentuk
Cinta memang tak harus memiliki
Karena mencintai berarti memberi tak pernah kuminta 
READ MORE - Cerita Cinta - Mario Teguh

Cintailah Cinta

Adalah sesuatu yang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak pernah membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang sedangkan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama.
Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.
Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.
Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancur-kan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan... sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan sebuah senyum dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita adalah orang yang menangis, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia.Ketika kita menanggalkan hidup, maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia... sementara orang disekeliling kita menangis.
READ MORE - Cintailah Cinta

Kamis, 08 Desember 2011

Memaknai Akhlak Mulia

Melihat berbagai fenomena mafia kejahatan yang terjadi disetiap sudut negeri ini membuat para pemerhati pendidikan mengurutkan dada seraya bertanya, apa yang terjadi dengan negeri ini? Apa yang salah dengan negeri ini? Kenapa gampang sekali orang berbuat kejahatan tanpa merasa bersalah? Apakah mereka tidak tahu bahwa setiap kejahatan itu adalah salah? Apakah mereka juga tidak tahu bagaimana cara mengikuti jalan yang benar?
Dilihat dari latarbelakang pendidikan, para pelaku mafia bukanlah orang yang tidak berpendidikan. Terbukti gelar gelar mentereng mengiringi nama dibelakangnya. Jika kita lacak, maka mereka-mereka adalah jebolan sekolah atau universitas-universitas ternama di negeri ini. Namun kenapa perilakunya tidak lebih dari orang yang tidak berpendidikan. Yang tidak tahu mana itu wilayah kejahatan dan mana itu wilayah kejahatan.
Padahal menurut Imam Ghazali, perilaku kejahatan itu muncul disebabkan karena empat factor. Salah satunya adalah seseorang yang tidak mampu mendefinisikan makna perilaku baik dan buruk. Makna kebaikan baginya telah kabur sehingga keburukanlah yang dianggap baik. Perbuatan dosa dianggap biasa. Dan kejahatan dianggap sebagai pilihan hidup.
Sungguh orang yang pada posisi ini adalah cirri cirri orang yang tidak berpendidikan. Karena ia tidak pernah memahami perilaku kebaikan dan keburukan. Orang yang tidak paham adalah orang yang tidak pernah belajar. Sedangkan orang yang berpendidikan adalah orang yang memahami mana itu perilaku kebaikan dan mana itu perilaku kejahatan. Karena ia telah belajar akan makna kedua wilayah tersebut, dibangku bangku pendidikannya. Namun kenapa justru orang yang berpendidikan dengan gelar mentereng justru menjadi pelaku kejahatan? Sebenarnya ia adalah pelajar/sarjana tetapi tidak berpendidikan. Hakekatnya.
Lalu apa sebenarnya perilaku kebaikan itu?
Dari sudut definisi, beberepa tokoh sudah banyak mendefinisikan tentang makna kebaikan. Namun terjadi silang pendapat diantara mereka. Perbedaan definisi bukanlah sesuatu yang pokok. Karena perbedaan itu muncul disebabkan oleh latarbelakang atau pengalaman yang berbeda yang melingkupi kehidupan mereka.
Namun dalam tulisan ini, penulis tidak berpretensi untuk menjelaskan berbagai pendapat dikalangan ilmuwan yang mendefinisikan tentang makna kebajikan. Penulis cukup mencuplik pendapat dari Imam Ghazali, yang menurut penulis sudah cukup mewakili untuk menjelaskan makna kebaikan. Menurut Imam Ghazali perilaku kebaikan adalah sifat jiwa yang sudah meresap di dalam hati yang daripadanya muncul perbuatan perbuatan dengan mudah, tanpa melalui pertimbangan proses berpikir terlebih dahulu. Dari definisi ini dapat diambil makna bahwa perilaku baik itu adalah perilaku jiwa yang sudah meresap, yang sudah menjadi kebiasaan. Yang namanya kebiasaan, ia tidaklah melalui sebuah proses rumit dalam diri kita. Tetapi ia telah menjadi. Contoh perilaku dermawan, orang yang disebut dermawan bila ia selalu memberi kepada orang yang membutuhkan dimana saja tanpa proses pertimbangan macam macam dalam pikirannya seperti untung dan ruginya. Bahkan tidak memikirkan apa manfaat dari ia memberi untuk dunia dan akheratnya.
Sebaliknya bila ada orang yang memberi, misalnya seperti pejabat atau calon-calon pemimpin disaat kampanye, yang memberi tetapi masih ada pertimbangan keuntungan secara politik, atau pencitraan, atau pengharapan dukungan pemilihan, maka itu belum dikatakan sebagai orang yang memiliki jiwa dermawan. Tetapi itu adalah perilaku dermawan yang dibuat buat.
Hal yang sama juga kita bisa mengambil dalam perilaku diri kita, bila perilaku-perilaku itu tidak istikomah, dalam bahasa jawa ajeg, kontinyu, maka itu belum meresap dalam jiwa. Ia hanya masih perilaku yang dipaksa, yang belum meresap menjadi kebiasaan sehari hari.
Lalu apa sebenarnya indicator perilaku baik itu?
Dari definisi Imam Ghazali bahwa perilaku baik itu adalah perilaku yang muncul dari jiwa. Perilaku jiwa memiliki makna yang dalam. Ary Ginanjar memaknai sebagai suara hati yang berasal dari percikan asmaul husna. Artinya perilaku jiwa itu adalah perilaku yang berdasar kebaikan kebaikan yang muncul dari sifat Allah pada 99 asmaul husna.
Sedangkan menurut Hadis Nabi, perilaku baik itu memiliki tiga indikasi yakni Memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu, menyambung hubungan silaturahmi yang memutus hubungan silaturahmi denganmu, dan memaafkan kepada orang yang dzolim kepadamu. Menurut Hasan Basri, perilaku baik itu meliputi tiga hal yakni belas kasih, menahan diri dari menyakiti makhluk, dan suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menurut Imam Nawawi, Akhlak Mulia itu adalah Orang yang banyak memiliki rasa malu, tidak menyakiti orang, banyak kebaikannya, jujur, sedikit berbicara, banyak amalnya, sedikit kesalahannya, sedikit berbicara dari bicara yang berlebihan, berbakti kepada kedua orang tua, menjalin silaturahmi, tenang menghadapi kehidupan, banyak sabarnya, banyak rasa syukurnya, lemah lembut, banyak ridlonya, santun, suka menjaga diri dari perbuatan yang tidak pantas, belas kasih, tidak suka melaknat, tidak suka berkata kotor, tidak suka mengadu domba, tidak suka menggunjing, tidak suka tergesa gesa, tidak suka dendam, tidak kikir, tidak suka dengki, suka tersenyum lembut kepada setiap orang, memiliki jiwa social yang tinggi, mencintai teman karena Allah, membenci karena Allah, ridlo karena Allah, dan marah karena Allah.
Menurut Kyai Djamaluddin Ahmad, sekian banyak indicator perilaku baik itu bila diringkas, terdapat dua perilaku kebaikan yaitu, Bersihnya hati dan sikap dermawan. Sedang menurut Syekh Abdul Qodir al Jaelani terdapat 3 hal yang menjadi tanda sifat kemulyaan perilaku yakni sifat dermawan, tawadlu, dan belas kasih kepada sesama. Sedangkan menurut Syekh Junaid al Baghadadi terdapat 4 hal perilaku yang menghantar kepada kemulyaan agung, yakni sabar yang suka memaafkan, tawadlu, dermawan dan kemulyaan perilaku.
Demikian makna perilaku kebaikan yang didefinisikan oleh para ulama ulama kita. Sunggu bila kita bisa berlatih menjalankan perilaku perilaku kemulyaan yang didedahkan oleh para ulama tersebut, akan menghantarkan pada kemulyaan derajat disisi Allah. Bahkan Syekh Junadi memberi garansi, walau kita sedikit ilmu dan amal, namun bila bisa melaksanakan ke empat perilaku yang didedahkannya akan menghantarkan kepada kemulyaan agung. Tentu Syekh Junaid atau Ulama lain berani memberi garansi, karena perilaku perilaku yang telah dimaknainya, telah dilaksanakan dengan segenap jiwa, yang menghantarkan kepada kemulyaan sehingga menghantarkan mereka menjadi wali agung. Beliau belia dalam memaknai ilmu tidak sekedar intertainment intelektual an sich, atau Intertainment Tasawuf an sich. Tetapi benar benar telah menjadi. Semoga menjadi bahan renungan dalam memaknai kebajikan. 

Ditulis oleh
Muhammad Isno El Kayyis, S.Pd.I, M.Pd.I
(Kajian SKI SMAN 3 Mojokerto,19 November 2011)
READ MORE - Memaknai Akhlak Mulia

Minggu, 04 Desember 2011

Biografi Sang Proklamator

   Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

        Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
         
         Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.
 
          Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

         Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

         Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

        Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". (Dari Berbagai Sumber)
READ MORE - Biografi Sang Proklamator
 

Every Story Can Be A History | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)