Welcome To My Blog

Jumat, 11 November 2011

Apa yang Kita Sombongkan?

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.
Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.
Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?
READ MORE - Apa yang Kita Sombongkan?

Kamis, 10 November 2011

NIAT TAUBAT MENUKAR ARAK MENJADI MADU

Pada suatu hari, Omar Al-Khatab sedang bersiar-siar di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di hujung simpang jalan beliau terserempak dengan pemuda yang membawa kendi. Pemuda itu menyembunyikan kendi itu di dalam kain sarung yang diselimutkan di belakangnya. Timbul syak di hati Omar AL-Khatab apabila terlihat keadaan itu, lantas bertanya, "Apa yang engkau bawa itu?" Kerana panik sebab takut dimarahi Omar yang terkenal dengan ketegasan, pemuda itu menjawab dengan terketar-ketar iaitu benda yang dibawanya ialah madu. Walhal benda itu ialah khamar. Dalam keadaannya yang bercakap bohong itu pemuda tadi sebenarnya ingin berhenti dari terus minum arak. Dia sesungguhnya telah menyesal dan insaf dan menyesal melakukan perbuatan yang ditegah oleh agama itu. Dalam penyesalan itu dia berdoa kepada Tuhan supaya Omar Al-Khatab tidak sampai memeriksa isi kendinya yang ditegah oleh agama itu.

Pemuda itu masih menunggu sebarang kata-kata Khalifah, "Kendi ini berisikan madu." Kerana tidak percaya, Khalifah Omar ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya doa pemuda itu telah dimakbulkan oleh Allah s.w.t. seketika itu juga telah menukarkan isi kendi itu kepada madu. Begitu dia berniat untuk bertaubat, dan Tuhan memberikan hidayah, sehingga niatnya yang ikhlas, ia terhindar dari pergolakan Khalifah Omar Al-Khatab, yang mungkin membahayakan pada dirinya sendiri kalau kendi itu masih berisi khamar. 

Allah Taala berfirman:, "Seteguk khamar diminum maka tidak diterima Allah amal fardhu dan sunatnya selama tiga hari. Dan sesiapa yang minum khamar segelas, maka Allah Taala tidak menerima solatnya selama empat puluh hari. Dan orang yang tetap minum khamar, maka selayaknya Allah memberinya dari 'Nahrul Khabal'. 
Ketika ditanya, "Ya Rasulullah, apakah Nahrul Khabal itu ?" Jawab Rasulullah s.a.w., "Darah bercampur nanah orang ahli neraka ! " 
READ MORE - NIAT TAUBAT MENUKAR ARAK MENJADI MADU

Jumat, 04 November 2011

Karakter di Balik Sebuah Jabat Tangan

Tahukah kamu, kalau berjabat tangan itu dapat mempererat silaturahmi disamping senyuman. Oh, sudah tahu ya?Tapi yang ini kamu tahu juga tidak, kalau pada saat seseorang berjabat tangan alias salaman dengan kita, kita dapat melihat kesan yang ditinggalkannya, bisa itu kesan negatif dan positif. Lalu, untuk apa soal ini di bahas?Ya, daripada tidak ada kerjaan, lebih baik iseng baca sambil tahu juga makna di balik jabat tangan seperti apa.

Jabat tangan yang negatif :

Dead fish : Jabat tangan yang lemah dan malas, hanya memberikan tenaga tanpa digenggam, seperti ikan mati. Menunjukan orang itu malas dan apatis.
Bone crucher: Mengenggam dengan kuat seperti hendak meremukkan tulang. Menunjukan orang itu agresif.
Pull in : Berjabat tangan, yang menarik orang di depannya untuk mendekat. Menunjukan sikap mengontrol dan menguasai.
Superior : Mengulurkan tangan dengan telapak menghadap ke bawah ketika akan berjabatan, hal ini menandakan sifat orang yang superior. Seperti apa?I don't know too.
Palm pincher: Jabatan tangan yang hanya melibatkan tiga jari sampai 4 jari saja, yang kemudian langsung ditarik kembali. Menunjukan sikap pemalu dan penakut.
Germ a phobic: Nah, jabat tangan seperti ini yang menjengkelkan. Waktu saat berjabat tangan sangat cepat dan hanya menyentuh jemari saja tanpa menggenggam tangan orang lain, seperti takut tertular kuman penyakit. Yang ada kita akan sangat tersinggung'kan.

Jabat tangan yang positif :

Jika kamu berada di tengah pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang banyak, tentunya kita selalu ingin membuat kesan yang baik di depan orang tersebut. Apalagi kalau di hadapan kita orang yang cantik or innocent boy, sudah pasti kita akan banyak gaya. Kita bisa memulainya dari jabat tangan yang baik seperti,

Menggenggam telapak tangan lawan bicara dengan pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah. lakukan kontak mata dengannya untuk menunjukan rasa hormat, peduli dan sopan santun. Jangan lupa tersenyum ramah.
Saat berjabat tangan, pastikan :

-Telapak tangan bersih dan kering (Awas kalau habis pegang sesuatu yang aneh dan bau)
-Kuku tampak rapi dan bersih (Pentingkah)
-Napas segar dan wangi (Jangan sampai dia pingsan)
-Tidak sedang mengunyah permen karet(Cape deh)
-Gigi bersih dari sisa makanan

Semoga makin akrab silaturahminya ya

(Sumber : Kartika's Magazine n Me)
READ MORE - Karakter di Balik Sebuah Jabat Tangan

Selasa, 01 November 2011

The Best Moments In Your Life :)

1. Falling in love.
2. Laughing till your stomach hurts.
3. Enjoying a ride down the ocuntry side.
4. Listening to your favorite song on the radio
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.
7. Passing your final exams with good grades.
8. Being a part of an interesting conversation.
9. Finding some money in some old pants.
10. Laughing at yourself.
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.
12. Laughing without a reason.
13. “Accidentally” hearing someone say somthing good about you.
14. Watching the sunset.
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.
16. Receiving or giving your first kiss.
17. Feeling this buzz in your body when seeing this “special” someone.
18. Having a great time with your friends.
19. Seeing the one you love happy.
20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
21. Visiting an old friend of yours and remembering great memories.
22. Hearing someone telling you “I LOVE YOU”
“True friends come in the good times when we tell hem to, and come in the
bad times…..without calling.”
READ MORE - The Best Moments In Your Life :)

Asal-Usul Nama Minangkabau Menurut Pendapat Para Ahli



Iseng-iseng cari bahan buat artikel mading ,,,ehh bertemulah mata saya dengan artikel ini,,,dan muncullah hasrat diri tuk mempostingnya di blog ini .....moga aja bermanfaat yaa sobat.... :D

Buat yang pengen tau asal-usul nama Minagkabau,silahkan dibaca postingan saya ini.... :)










Pendapat tentang asal-usul nama Minangkabau sangat beragam. Ada yang 
berasal dari cerita rakyat, yaitu pendapat yang ber¬kembang dari mulut 
ke mulut. Ada pula asal-usul nama Minangkabau yang tertuang dalam Tambo 
Alam Minangkabau.
Karena masa terus berkembang, dilakukan pula penelitian oleh para ahli. 
Baik ahli sejarah, Ahli Sosiologi, Antropologi, dan lain-lain. Sehingga
dari penelitian ini terungkap pula sejumlah kata yang menjadi asal-usul
nama Minangkabau menurut pendapat para ahli tersebut. Sampai sekarang 
belum dapat dipastikan dengan jelas mana asal-usul na¬ma Minangkabau 
yang sebenarnya.



Namun demikian, dengan semakin meningkatnya kecerdasan manu¬sia, maka 
pendapat yang lebih banyak dipercayai orang adalah asal-usul nama 
Minangkabau menurut para ahli ini. Karena pendapat ini telah melewati 
proses penelitian yang juga diku¬atkan bukti-bukti dengan melewat proses
ka¬jian ilmiah yang didasarkan pada pendekatan yang bisa 
dipertanggungjawabkan sesuai dengan rujukan ilmu pengetahuan.

Berikut adalah beberapa asal nama Minangkabau menurut pendapat para para ahli tersebut :

DARI KATA MINANGA TAMWAN
Prof.Dr.Poerbacaraka mengatakan bahwa nama Minang¬ka¬bau berasal dari 
kata dalam bahasa Sangsekerta yaitu Minanga Tamwan. Kata-kata ini 
terdapat dalam Prasasti Kedukan Bukit.



Prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti yang menceritakan tentang kisah 
perluasan wi¬layah Minanga Tamwan. Yaitu perlu¬as¬an wi¬la¬yah yang 
bermula dari kemenangan utusan Raja Minanga Tam¬wan yang dipimpin Datuk 
Cribijaya (Dt.Sibijayo, Panglima Perang Mi¬nanga Tamwan) melawan Bajak 
Laut yang banyak meresahkan masyarakat di sekitar Sungai Palembang 
(Sungai Musi) sekarang.



Dalam prasasti ini disebutkan antara lain, 

“Yang Dipertuan Hyang melepas duapuluh laksa
tentara dari Minanga Tamwan yang dipimpin 
Cribijaya (Dt.Sibijayo) melalui perja¬lanan suci,
dengan tujuan memperluas negara hingga 
men¬datangkan kemakmuran.” 



Semua ini dituangkan Prof.Dr.Poerba¬ca¬ra¬ka dalam bukunya Riwayat 
Indonesia I. Hanya saja di manakah letak daerah Minanga Tam¬wan itu, 
hingga saat ini masih men¬jadi perde¬batan. Menurut keterengan 
Prof.Dr.Poerbacaraka yang disebut Minanga Tamwan itu adalah daerah yang 
terletak di antara dua Sungai Besar yang bertemu.



Sebagian ahli ada yang menduga bahwa dua sungai besar itu adalah 
Kam¬¬par Kiri dan Kampar Kanan. Namun bila yang dimaksud adalah Sungai 
Kampar Kiri dan Kam¬par Kanan, maka ke¬mungkinan besar daerah terse¬but
ada di sekitar Muara Takus. 

Menurut hasil penelitian dan kajian penu¬lis sendiri bersama Masyarakat 



Sejarahawan Indonesia (MSI) Luhak Limopuluah (Yulfian Azrial,dkk-2003),
Mina¬nga Tamwan bisa saja bukanlah dimaksudkan seba¬gai per¬temuan 
antara dua sungai besar secara fisik. Karena pertemuan sungai secara 
fisik tentu lebih lazim dise¬but sebagai muara bukannya Minanga Tamwan.



Tetapi Minanga Tamwan justru bisa saja menunjuk¬kan suatu daerah atau 
kawasan yang menjadi tempat perte¬muan masyarakat dari dua sungai besar.
Hal ini karena jalan raya utama masyarakat kita pada zaman dahulu 
adalah sungai. 



Maka kalau kita lihat dari peta, dua sungai besar itu di ka¬wasan pulau 
Sumatera bagian tengah ini ha¬nya satu, yaitu daerah yang terdapat 
antara Hulu Sungai Kampar dengan Batang Sinamar (Kuantan/Indragiri). 
Kawasan ini berada antara Maek dan Mungka. Tepatnya yaitu di Bukit Batu 
Bulan di Nagari Talang Maua. 



Daerah ini juga bera¬da tepat tidak jauh dari garis Khatulistiwa. 
Kemudian kalau ditinjau dari asal usul katanya menurut Bahasa tamil, 
maka kata Talang itu berasal dari kata Ta yang berarti besar dan Lang 
adalah bandar. Jadi Talang artinya bandar besar.



Keberadaan Bukit Batu Bulan ini dapat di¬gambarkan sebagai berikut : 
Satu sisinya turun ke Batang Kampar di Maek, sedangkan sisi yang lain 
turun ke Batang Sinamar yang kehilirnya dike-nal juga sebagai Batang 
Kuan¬tan atau Sungai Indragiri. 



Di atas bukit ini terdapat beberapa situs yang merupakan bekas pusat 
perdagangan besar seperti Ranah Pokan Akad, Ranah Pokan Selasa, Ra¬nah 
Pokan Komih, Ronah Pokan Jumat, Ra-nah Pokan Sabtu,dll. 



Tempat ini jelas pernah mempertemukan pedagang yang naik dari dua sungai
besar, yaitu yang naik lewat Batang Kampar dan dan yang naik dari 
Batang Kuantan (Indragiri). Namun untuk memastikan hal ini ma¬sih 
diperlukan penelitian lebih lanjut.

DARI KATA PINANG KHABU
Prof.Van der Tuuk, seorang profesor kebangsaan Belanda mengatakan bahwa 
Minangkabau merupakan Pinang Khabu. Yaitu tanah pangkal, tanah asal 
atau tanah leluhur.. Pendapat ini dikuatkan pula oleh pernyataan Thomas 
Stanford Raffles, seorang ahli kebangsaan Inggris yang pernah menjabat 
Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia pada tahun 1811 hingga 1818. 



Pernyatan ini tertuang di dalam kete¬rangan¬nya setelah melakukan 
penjelajahan ke berbagai pelosok nagari dan hutan-hutan di wilayah 
Suma¬tera Tengah. Dalam sebuah catatannya Raffles menyatakan bahwa : 
“…. Di sini kita menemukan bekas-bekas suatu kerajaan besar 
(Minangkabau) yang namanya hampir-hampir tidak kita kenal sama sekali, 
tetapi sangat nyata merupakan tempat asal bangsa-bangsa Melayu yang 
bertebaran di Kepulauan Nusantara.”



Untuk memudahkan kita mengingat per¬ja¬lanan Raffles ini, nama bunga 
Raf¬lesia ada¬¬lah salah satu kenang-kenangan untuk meng¬abadikan 
penjelajahan alam yang dilakukan Raffles tersebut. Raflesia maksud¬nya 
yaitu na¬ma bagi sejenis bunga raksasa yang dite¬mukan oleh Raffles. Di 
Ranah Mi¬nang kita bia¬sa menyebutnya dengan Bungo Bangkai.



Pernyataan bahwa Minangkabau merupa¬kan tanah asal ini didukung pula 
oleh banyak data dan fakta. Apalagi semua suku bangsa Melayu menurut 
sejarah memang berasal dari Minangkabau. Seperti Melayu Riau, Jambi, 
Deli, Aceh, Palembang, Melayu Semenanjung, Kalimantan, dan Bugis. Bahkan
Suku Kubu, Sakai, Talang Mamak, Suku Anak Laut di Selat Malaka, dll, 
mengaku berasal dari Minangkabau. 



Bukti lain tentang hal ini misalnya seperti pengakuan yang terpahat 
menjadi prasasti di makam Seri Sultan Tajuddin di Brunai yang antara 
lain berbunyi sebagai berikut :



“Maka Seri Sultan Tajuddin memerintah¬kan kepada Tuan Haji Khatib 
Abdul Latif supaya me¬ne¬rangkan silsilah ini agar diketahui anak cucu, 
raja yang mempunyai tahta kerajaan di Negara Bru¬nai Darussalam 
turun-temurun yang meng¬ambil pusaka nobat negara dan genta alamat dari 
negeri Johor Kamalul Maqam, yang mengambil pusaka nobat negara dan 
alamat dari Minang¬kabau nagari Andalas…dst”.



Parasasti ini menggambarkan bahwa orang-orang Melayu yang berada di 
Semenanjung Malaysia sekarang juga berasal dari Minangkabau. Misalnya 
seperti yang di Johor, Selangor, Malaka, Pahang, dll. Bahkan sampai ke 
generasi yang paling akhir, yaitu yang kemudian menghuni Negeri IX. 
Menurut sejarah, umumnya mereka ini menyeberang Selat Malaka setelah 
melewati aliran Batang Rokan dan Batang Kampar. 

DARI KATA MENON COBOS
Menurut Prof.Dr.Muhamad Hussein Nainar, seorang guru besar di 
Universitas Madras. Menurutnya kata Minangkabau berasal dari kata Menon 
Cobos.



Menon Cobos artinya adalah tanah mulia atau tanah murni. Dianggap 
sebagai tanah mur¬ni atau tanah mulia karena daerah ini juga dianggap 
sebagai tempat asal para leluhur orang-orang Melayu.



DARI KATA BINANGA KANVAR
Menurut Prof.Sutan Muhammad Zain kata Minangkabau berasal dari Binanga 
Kanvar. Binanga Kanvar artinya adalah muara Sungai Kampar. Menurutnya di
Muara Sungai Kampar inilah bermulanya kera¬jaan Minangkabau.



Pendapat lain yang senada dengan Prof.Sutan Muhammad Zain adalah 
pernyataan seorang kebangsaan Cina yang bernama Chan Yu Kua. Pernyataan
ini ia tuliskan di dalam catatan perjalanannya. 



Di dalam catatan itu ia menerangkan bahwa sewaktu ia pernah datang ke 
Muara Kampar pada abad ke 13. Dijelaskannya bahwa di Muara Kampar itu 
didapatinya sebuah bandar dagang yang paling ramai di pusat Pulau 
Sumatera. Catatan ini mengingatkan kita pada catatan serupa dari 
pendahulunya, I-Tsing beberapa abad sebelumnya.



(Dikutip dari Buku Budaya Alam Minangkabau, Yulfian Azrial, Jilid 4)
READ MORE - Asal-Usul Nama Minangkabau Menurut Pendapat Para Ahli

Jumat, 28 Oktober 2011

Alphabet Keberhasilan


Setiap hal di dunia ini memiliki nilai dan juga manfaat....Huruf abjad yang dimulai dari A sampai dengan Z aja ternyata mengandung sebuah filsafat yang dapat menjadi patokan jalan hidup kita......Nihh,,,,coba lihat tiap huruf,,,,mengandung arti yang bisa kita jadikan acuan tuk dapat mencapai keberhasilan....
A : Accept. Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.
B : Believe. Percayalah terhadap kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.
C : Care. Pedulilah pada kemampuan Anda meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.
D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E : Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F : Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G : Go. Berangkatlah dari kebenaran.
H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai tujuan.
J : Jealously. Rasa iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri, jadi HINDARIlah
K : Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
M : Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N : Never. Jangan pernah QUIT dan PUTUS ASA
O : Observe. Amatilah segala hal di sekeliling Anda. Perhatikan, dengarkan,dan belajar dari orang lain.
P : Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus berusaha.
Q : Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.
R : Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect. Percaya diri, harga diri,citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T : Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan Anda.
U : Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun.
V : Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W : Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.
X : X'tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y : You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z : Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula. (",)
READ MORE - Alphabet Keberhasilan

Pedagang Kaya dan 4 Orang Istrinya



Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa
menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi
jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku
bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

--
HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.
READ MORE - Pedagang Kaya dan 4 Orang Istrinya
 

Every Story Can Be A History | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)