Welcome To My Blog

Kamis, 19 Januari 2012

Membaca Itu Bukan Hobi

Ketika seseorang ditanya “Apa hobimu?” jawaban mereka akan bermacam-macam. Ada yang menjawab: “Hobi saya berenang, memancing, piknik/jalan-jalan dan lain-lain. Setiap orang memilih hobinya masing-masing, tak jarang hobi yang satu berbeda dengan yang lain. Termasuk kita juga mungkin pernah menemukan ada sebagian orang yang mempunyai hobi membaca.



Hal inilah yang membuat kami heran. Terheran bukan karena alangkah baiknya hobi itu, atau langka sekali orang yang mempunyai hobi seperti itu. Tapi apakah membaca menjadi sebuah hobi. Penulis tertarik dengan ulasan yang diberikan oleh DR. Rajib Al-Sirjany dalam bukunya Al Qira’ah manhajul hayah. Di sana beliau mengungkapkan dapatkah sebuah kegiatan membaca menjadi sebuah hobi. Dengan argumennya yang ringkas ia menjelaskan esensi membaca serta mengupas urgensi membaca dalam Islam dengan menyelipkan sedikit keadaan umat Islam belakangan ini.
Ketika seseorang berkata bahwa hobi saya adalah membaca, bukankah membaca sebuah kebutuhan hidup dan tidak hanya menjadi sebuah hobi. Bisakah seseorang mengatakan bahwa hobinya adalah minum air, contohnya. Bukankah setiap orang juga meminum air. Maka hal ini tidak dapat menjadi sebuah hobi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan bukan sebuah hobi. Sama halnya juga ketika seseorang mengatakan: “Hobi saya adalah makan!” Kenapa demikian? Karena makan adalah suatu keniscayaan bukan sebuah hobi, maka setiap orang yang merasa lapar pasti akan makan, mungkin yang berbeda hanyalah macam makanannya, itu wajar-wajar saja. Tetapi ketika engkau dilarang untuk makan, tidur, dan bernafas maka ini dapat menyebabkan kematian, karena semua ini adalah kebutuhan hidup setiap orang. Dan menurut hemat kami, setiap orang haruslah membaca, bukan hanya membaca satu dua buku, sehari sebulan atau setahun saja, tapi membaca haruslah menjadi sebuah “metode hidup” .Janganlah hari-harimu berlalu begitu saja tanpa membaca, yang dimaksud membaca di sini bukan sekedar membaca tetapi membaca sesuatu yang menghasilkan manfaat, bacaan yang membangun bukan menjatuhkan, membawa perubahan bukan menghancurkan. Oleh karena itu membaca bukanlah sebuah hobi.
Sungguh tidak pantas lagi ketika kita mendengar seseorang berkata: “Saya tidak senang membaca, tidak biasa, atau cepat bosan membaca”. Karena hal ini sama seperti seorang berkata: “Saya bosan makan, maka saya tidak akan makan”. Ketika kita perhatikan sejarah Nabi, kita akan menemukan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan membaca. Maka tidaklah heran ketika membaca tidak hanya menjadi hobi tapi sudah menjadi sebuah metode hidup.
Sebagai contoh, Rasulullah SAW meminta pada tahanan musyrik yang ingin menebus dirinya untuk mengajarkan baca dan tulis kepada sepuluh orang Mukmin. Hal ini merupakan suatu yang aneh bukan. Karena kalau kita perhatikan keadaan umat Islam pasca perang Badr lebih membutuhkan harta, atau merawat para tahanan agar dapat memberikan tekanan pada kaum musyrikin atau mungkin dapat ditukar dengan tahanan umat Islam yang ada pada mereka. Tapi Rasul berfikir sesuatu yang lebih penting dari itu, yaitu bagaimana cara mengajarkan umat Islam agar dapat membaca. Apalagi waktu itu buta huruf masih meraja lela. Bukankah kebangkitan, kemajuan dan perkembangan suatu kaum tergantung pada kadar perhatian mereka terhadap baca tulis dan belajarnya kaum tersebut. Karena itu membaca sebuah kebutuhan yang sangat urgent.
Mari kita perhatikan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril as Kalimat “Iqra”, bukankah ini mengundang sebuah perhatian tersendiri. Sebenarnya bisa saja wahyu itu dimulai dengan kata-kata lain, akan tetapi mengapa Al Quran yang diturunkan selama 23 tahun memulai dengan kata ini (Iqra’)? Lalu mengapa kata ini ditujukan pada Nabi bukankah beliau adalah seorang Ummi (tak dapat membaca dan menulis), padahal di sisi lain Beliau memiliki beribu-ribu keutamaan mulia dan perangai terpuji, dimana Al Quran bisa saja memulai dengan kelebihan dan keutamaan itu. Tetapi mengapa wahyu pertama malah memulai titahnya kepada kanjeng Rasul dengan perintah yang jelas, langsung, dan tercakup dalam sebuah kata yang mengandung sebuah metode hidup, membaca.
Keadaan Rasul yang tak tahu bagaimana cara dan apa yang dibaca ketika itu dengan jelas terlihat dari jawaban Beliau: “Ma ana bi qori‘ (Saya tak dapat membaca)”. Bukankah kalimat ini sudah cukup menjadi alasan agar Jibril memilih topik lain, atau menjelaskan maksud yang ia (Jibril) inginkan. Tapi Jibril malah mendekap Nabi dengan sangat keras kemudian ia memerintahkannya dengan perintah yang sama, Iqra‘.
Nabi sendiri tidak tahu apa yang ia inginkan, bahkan ia tak tahu siapa orang yang ada di hadapannya itu dan bagaimana ia bisa datang ke tempat itu. Kejadian ini pun berulang–ulang sampai tiga kali dan akhirnya Jibril melepaskannya seraya membacakan kelima ayat pertama surat Al-’Alaq. Semua kejadian ini sebelum Jibril menyatakan bahwa ia adalah Malaikat utusan Allah, Ia adalah Rasulullah, wahyu itu adalah Al Qur’an, dan agama baru ini adalah Islam. Sebelum adanya semua pernyataan ini ia menyuruh Nabi sebuah perintah yaitu membaca.
Tidakkah cukup hal itu menjadi sebuah bukti kepada Umat Islam akan pentingnya membaca!
Apakah masuk akal jika sebuah awal kata yang diturunkan dalam Al Qur’an merupakan sebuah hobi, yang disenangi sebagian orang dan dijauhi bahkan dibosani sebagian lainnya!
Al Quran terdiri lebih dari 1770 kata, tapi kata iqra (membaca) adalah kata pertama yang diturunkan dalam Al Quran. Ia juga mengandung ribuan kata perintah seperti Shalat (wa aqimus shalah), zakat (wa atuz zakah), jihad dan lain-lain, tapi kata perintah pertama adalah membaca (iqra). Bahkan tidak hanya berhenti di sini, kelima ayat pertama yang diturunkan seluruhnya juga berbicara tentang topik membaca. Kata iqra‘ juga disebut berulang-ulang sebanyak dua kali.
Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa kita harus membaca? apakah ia merupakan sebuah perantara atau tujuan?
Membaca adalah sebuah perantara, kita membaca untuk belajar. Hal ini telah Allah jelaskan pada kelima ayat surat Al-Alaq tadi, “Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Peran membaca sebagai perantara untuk mencapai sebuah pengetahuan semakin terasa penting terlihat dari ayat di atas. Walau kita tahu bahwa pengetahuan adalah tujuan membaca tetapi Allah tidak memulai Al Quran dengan kata ta’allam (belajarlah) bahkan Ia malah memulai dengan kata iqra‘ (bacalah).
Memang banyak sarana untuk belajar seperti mendengar, melihat, mencari pengalaman, dan bereksperimen. Tapi sarana terbesar untuk belajar adalah membaca. Seakan-akan Allah mengajarkan kita bahwa sekalipun terdapat begitu banyak sarana belajar tapi kita tetap harus membaca. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa membaca bukanlah sekedar hobi tapi ia merupakan sebuah metode hidup. Menengok sejenak keadaan umat Islam sekarang ini, kita temukan buta huruf masih merajalela. Sebuah keterpurukan pada umat Al Quran. Umat yang kata pertama dalam pegangan hidupnya adalah membaca. Sungguh amat berbanding terbalik dengan konsep yang diajarkan Islam.
Persentase buta huruf secara kesuluruhan (sama sekali tidak bisa baca atau menulis) pada bangsa Islam mencapai 37 %. Tapi dengan keadaan buta huruf yang sudah sangat kritis ini dunia Islam hanya menganggarkan kurang dari 4% dari income total mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidaklah dianggap sebagai sebuah persoalan penting bagi mereka. Dan ini adalah sebuah problem besar yang membutuhkan perhatian lebih. Angka 37% itu hanya buta huruf yang terlihat jelas, belum terhitung buta huruf lainnya yang secara tidak langsung sudah tersebar pada Umat ini. Ternyata tingkatan “buta huruf” juga terdapat pada orang-orang yang dapat membaca dan menulis dengan baik, bahkan mereka pun telah menamatkan jenjang Perguruan Tinggi. Contohnya tak sedikit orang yang telah lama bergelut dalam baca dan tulis, tapi anehnya kadang mereka tidak tahu banyak hal yang sangat penting yang terjadi di dunia ini. Bukankah ini merupakan kebutaan dalam umat kita!
Ada juga orang yang masih awam terhadap agama. Bahkan mungkin kita pernah temui seorang Profesor di sebuah Universitas, seorang dokter spesialis, atau pengacara ulung yang tidak tahu hal-hal sepele dalam agama mereka. Atau mungkin masih ada orang yang belum tahu tentang hal-hal dasar dalam undang-undang dan aturan-aturan hidup mereka.
Kunci tegak dan berdirinya suatu Umat adalah kata “iqra“. Tidak mungkin sebuah umat dapat tegak berdiri tanpa membaca. Oleh karena itu salah seorang “dedengkot” Yahudi pernah berkata: “Kami tak pernah takut dengan bangsa Arab (Islam), karena mereka adalah bangsa yang tak dapat membaca”. Benarlah apa yang dikatakan Yahudi itu walau sebenarnya mereka adalah pembual ulung. Karena Umat yang tidak dapat membaca adalah umat yang tidak memiliki wibawa dan tak perlu disegani.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah dan membawa pencerahan bagi penulis khususnya serta para muslimin umumnya untuk dapat mengaplikasikan titah awal yang diperintahkan pada Umat ini, membaca. Amin. Wallahu wa Rosuluhu ‘Alam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17262/membaca-itu-bukan-hobi/#ixzz1jtU14vQZ
READ MORE - Membaca Itu Bukan Hobi

Memori Kawan :)

Assalamualaikum :)
________________________________
"Kalau tuan dapat kawan baru sayang kawan yang lama di tinggalkan jangan" yaa itulah sedikit cuplikan syair lagu Soleram yang tidak asing lagi terdengar di telinga sobat semua. Secuplik syair lagu tersebut sangatlah dalam maknanya. Pas banget bagi kita para remaja yang sedang masanya mencari-cari teman,apalagi anak sekolah. Dari kelas 7 ke kelas 8 dari kelas 8 ke kelas 9 dari kelas 10 ke kelas 11 dst. tiap kenaikan kelas pastilah  nanti dapat teman-teman yang berbeda, teman yang dulu pernah sekelas dengan kita belum tentu nantinya akan sekelas,tapi tidak menutup kemungkinan untuk sekelas lagi,,,yaa mungkin itulah jodoh...wkwkkwk :) .Namun jika telah mendapat kawan baru yang lebih cocok daripada kawan lama janganlah skali-sekali melupakan kawan-kawan kita yang dulu, kalo ada mantan pacar apakah ada mantan sahabat??jangan sampailah seperti itu. Kalau bisa kita harusnya menjaga dan mempertahankan tali persahabatan itu jangan sampai memutusnya. Jika mendapat kawan baru ikatlah ia dengan kawan-kawan kita yang lain sebagai kawan yang telah ada selama ini,kawan-kawan yang telah menemani hari-hari kita,kawan--kawan yang selalu menghiasi hari-hari kita. Jika tiada kawan maka hari ini serasa tiada berawan,,langit tak berawan??haa ::)

                                  satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
 saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan… kau tahu, kawan… kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan











                                        kenanglah sahabat… kita untuk slamanya

Itulah secuplik dokumentasi para alumni X-ford SMAN3 Mojokerto,,,Walaupun sekarang kita beda-beda kelas Alhamdulillah dan mudah-mudahan saja masih solid dan tetep kompak sampai kita tua nanti...wkwkkw :) Amiinn. 



~ SEKIAN ~
Wassalam :)
                                 
READ MORE - Memori Kawan :)

Jumat, 13 Januari 2012

Bersyukur di atas Penderitaan Orang Lain

Sari al-Suqthi, seorang ulama ahli ilmu tauhid yang sangat wara’ berkata, “Sudah tiga puluh tahun lamanya aku selalu membaca istighfar, dan baru sekali ini aku membaca alhamdulillah.”

“Bagaimana ceritanya?” tanya seorang sahabatnya.

“Pada waktu terjadi peristiwa kebakaran di pasar Baghdad, seseorang dengan tergopoh-gopoh datang menemuiku seraya memberitahukan bahwa kedaiku selamat. Spontan aku berucap ‘Alhamdulillah!’ Tetapi, lantas aku menyesal, karena mensyukuri keberuntunganku sendiri di atas penderitaan orang banyak.”jawabnya.
READ MORE - Bersyukur di atas Penderitaan Orang Lain

Senin, 09 Januari 2012

"Jika"- Renungan

Jika Manusia Sibuk Dengan Urusannya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Punya Waktu Untuk Allah, Allah akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Mau Menepati Janjinya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Tidak Mau Menuju kepada-Nya, Allah Akan Mengerti..
Jika Manusia Membangkang kepada-Nya, Allah Akan mengerti..
Jika Manusia Tidak Ingin Mencintai Allah, maka Allah Akan Mengerti..
JIka Tiba Saatnya MANUSIA telah MENINGGALKAN DUNIA INI....
MAKA ITULAH TIBA SAATNYA bagi MANUSIA UNTUK "MENGERTI".....
BAHWA SEGALANYA TELAH TERLAMBAT.......
READ MORE - "Jika"- Renungan

Sabtu, 31 Desember 2011

Pepatah Arab

1. مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia
2. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia
.
3. مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
3. Barang siapa sabar beruntunglah ia
.
4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
6. مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
8. الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.
10. اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.
13. العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
18. العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر
21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.
22. الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.
23. لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.
24. الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.
25. سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).
26. آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.
27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
28. Bencana ilmu itu adalah lupa.
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.
30. لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.
31. أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.
32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).
33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.
35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yg jahil.
36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.
37. اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.
38. لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.
39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.
40. خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.
42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).
44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.
48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.
49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.
50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.
51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).
52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.
53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).
54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.
56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.
57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.
58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.
59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.
60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.
61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.
62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.
63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.
64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma’an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.
65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.
66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.
67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.
68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.
69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.
70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.
71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.
72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.
76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.
77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.
78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.
79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.
80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.
81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.
82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan. 
(dr http://budiusmanto.blogspot.com)
READ MORE - Pepatah Arab

Selasa, 27 Desember 2011

8 TANDA KEIKHLASAN

Sahabat, Ada delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk merasakan apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. 

Kedelapan tanda itu adalah :

1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas

Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata,

“Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.

Fudhail bin Iyadh berkata, 

“Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung orang lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”

Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.

2. Ikhlas ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan

Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah SWT . Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.

Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang maksud firman Allah:

“Dan orang-orang yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.
” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla ?

Rasulullah SAW menjawab,

“Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (HR Ahmad).

3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan

Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.

Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah SAW . 

Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?”

Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda,

"Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.”" 
(Ibnu Majah dan Baihaqi)

4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit

Rasulullah SAW melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan,

“Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”

Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah SWT 

5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia

Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah SWT.. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah SWT atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.

6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah

Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. 

Sebaliknya, Allah SWT mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” 
(At-Taubah: 58)

7. Keikhlasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan

Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”

8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan

Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan

Semoga Allah memberi rahmat, membukakan hati kita dan menjadikan diri kita sebagi pribadi-pribadi ikhlas yang Allah cintai .

Amin Allahu yaa Karim ..
READ MORE - 8 TANDA KEIKHLASAN

Jumat, 23 Desember 2011

Jenis Galau yang Melanda Anak Muda Jaman Sekarang


Wahh.wahh....Rupanya kini para remaja sedang dirundung kegalauan...ramai sekali mereka dalam berkreasi,,,entah itu lewat status facebook,entah update lewat twitter,entah lewat ss,entah lewat jalan raya Anyer-Panarukan,atau entah lewat mana ajalah semuanya pada melampiaskan kegalauannnya....duhh.duh.duh ,yaahh Galau. Itulah fenomena yang sedang merebak di Indonesia. Boleh dibilang galau itu adalah penyakit menular masa kini. Apakah itu galau? Galau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: ber•ga•lau : sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke•ga•lau•an : sifat (keadaan hal) galau. Biasanya galau ini melanda anak-anak muda pada umumnya dan yang memiliki status jomblo pada khususnya. Seandainya saja ada jurusan khusus yang mengatasi masalah kegalauan mungkin akan banyak peminatnya.

Berikut ini jenis-jenis kegalauan:

1. GADUNGAN
GADUNGAN adalah singkatan dari GAlau menDUNG dan hujAN. Galau jenis ini biasanya banyak bermunculan ketika musim hujan tiba, sama seperti halnya jamur yang tumbuh di musim hujan.

2. GAMPANGAN
GAMPANGAN adalah singkatan dari GAlau Mencari PAsaNGAN. Galau jenis ini dikarenakan belum mendapat pasangan yang dapat mengubah hidupnya.

3. GABUNGAN
GABUNGAN adalah singkatan dari GAlau BUtuh pasaNGAN. Galau ini dikarenakan belum mendapat pasangan dan sangat membutuhkan sekali pasangan untuk mengobati kegalauannya yang sangat akut.

4. GARUT
GARUT adalah singkatan dari GAlau RUTin. Jenis ini menjadikan galau sebagai rutinitas sehari-harinya. Sepertinya “Tiada hari tanpa galau.” telah menjadi motto hidupnya.

5. GANTENG
GANTENG adalah singkatan dari GAlau di atas geNTENG. Galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan kegalauannya yaitu di atas genteng.

6. GAJIAN
GAJIAN adalah singkatan dari GAlau uJIAN. Galau jenis ini terjadi pada saat sebelum, sedang dan setelah ujian.

7. GRATIS
GRATIS adalah singkatan dari GAlau RAda auTIS. Galau jenis ini menyebabkan pendertinya terlihat seperti orang yang memiliki dunia sendiri atau biasanya disebut autis.

8. GARUDA
GARUDA adalah singkatan dari GAlau membuRU janDA. Galau jenis ini contohnya terjadi pada artis Raffi Ahmad yang menyukai janda seperti Yuni Shara.

9. GARONG
GARONG adalah singkatan dari GAlau ROkok dan NGopi. Penderita galau jenis ini biasanya menyalurkan kegalauannya sambil merokok dan minum kopi.

10. GATRA
GATRA adalah singkatan dari GAlau TRAgis. Galau jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat.

11. GARING
GARING adalah singkatan dari GAlau RINGan. Gejala kegalauan jenis ini terjadi tidak begitu akut namun tetap saja menular.

12. GANGSTER
GANGSTER adalah singkatan dari GAlau NGeneS TERus. Galau jenis ini sangat berbahaya karena tidak hanya menular namun juga dapat menyebabkan emosi.

13. GSM
GSM adalah singkatan dari Galau Setiap Malam. Galau jenis ini sama halnya dengan galau rutin namun waktunya lebih spesifik lagi yaitu pada malam hari.

14. GAPLEH
GAPLEH adalah singkatan dari GAlau Pegang LEHer. Galau jenis ini ditandai dengan memegang-megang lehernya ketika penderita mengalami kegalauan.

15. GANESHA
GANESHA adalah singkatan dari GAlau NElpon Setiap HAri . Penderita galau jenis ini biasanya setiap hari menelpon seseorang untuk mencurahkan kegalauannya.

16. GARUK
GARUK adalah singkatan dari GAlau baRU Kemarin. Penderita galau jenis ini adalah penderita yang baru pertama kalinya mengalami kegalauan.

17. GATOTKACA
GATOTKACA adalah singkatan dari GAlau meloTOTin muKA di kaCA. Galau jenis ini terjadi pada saat penderita sedang bercermin memandangi wajahnya.

18. GAYUS
GAYUS adalah singkatan dari GAlau melaYU Sendu. Galau jenis ini terjadi pada saat mendengarkan lagu-lagu pop melayu berirama sendu.

19. GPS
GPS adalah singkatan dari Galau Pinggir Sungai. Penderita galau jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan segala kegalauannya.

20. GAMANG
GAMANG adalah singkatan dari GAlau bersaMA NGobrol. Galau jenis ini terjadi pada sekelompok penderita kegalauan yang berkumpul menceritakan kegalauannya masing-masing.

21. GAPTEK
GAPTEK adalah singkatan dari GAlau Pakai TEKnologi. Penderita galau jenis ini menggunakan fasilitas berbau teknologi seperti: facebook, twitter, Blackberry Messenger, yahoo messenger dsb; untuk mencurahkan kegalauannya.

22. GAMIS
GAMIS adalah singkatan dari GAlau MInta Simpati. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat seperti terguncang jiwanya dan orang yang melihatnya akan merasa iba karenanya.

23. GALAK
GALAK adalah singkatan dari GAlau LAKi. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat lebih jantan, bijaksana dan berwibawa dari biasanya.

24. GANTAR
GANTAR adalah singkatan dari GAlau main giTAR. Penderita galau jenis ini mencurahkan kegalauannya dengan bermain gitar menyanyikan lagu-lagu yang menyayat hati.

25. GANJA
GANJA adalah singkatan dari GAlau maNJA. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi manja kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

26. GALANG
GALANG adalah singkatan dari GAlau LANGka. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi jarang terlihat karena ia mencari tempat yang sepi untuk mencurahkan kegalauannya.

27. GADING
GADING adalah singkatan dari GAlau DINGin. Galau jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi dingin menyikapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

28. GASING
GASING adalah singkatan dari GAlau puSING. Galau jenis ini menyebabkan seseorang yang ada didekatnya menjadi pusing akibat tingkah laku yang dilakukan olehnya.

29. GALENDO
GALENDO adalah singkatan dari GAlau terLENa DOrama. Galau jenis ini diakibatkan penderita terlena dengan jalan cerita yang ada pada saat menonton dorama.

30. GADIS
GADIS adalah singkatan dari GAlau seDIh Sekali. Galau jenis ini mengakibatkan raut muka penderitanya terlihat sedih sekali.

31. GAJAH
GAJAH adalah singkatan dari GAlau JAHat. Galau jenis ini berakibat penderitanya menjadi bersikap jahat kepada semua orang.
READ MORE - Jenis Galau yang Melanda Anak Muda Jaman Sekarang
 

Every Story Can Be A History | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)